Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Katuranggan Perkutut Raja Wana

 

 

Dalam tradisi adat budaya suku jawa meyakini katuranggan burung perkutut itu memiliki yoni dan mistik, dan banyak petuah serta filosofi yang berada di katuranggan burung perkutut, untuk di jadikan pedoman hidup untuk menuju keinginan yang di kehendaki. Yang tidak melanggar aturan –aturan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Membahas tentang katuranggan raja wana, katuranggan perkutut raja wana jenis katuranggan yang memiliki ciri mati yang berada di kaki. Ciri-ciri kaki burung perkutut jenis raja wana, pada sisik kakinya dari pergelangan kaki sampai, lutut sisik nya semua terpisah-pisah, jika ada perkutut yang sisik terpisah –pisah itu hanya satu kaki bukan termasuk perkutut katuranggan raja wana.
Jenis katuranggan raja wana cocok dipelihara oleh para pemimpin, misalnya ketua rt, ketua paguyuban, pimpinan suatu perusahan, lurah dan sampai pejabat tinggi yang menjadi kepala di suatu instansi tertentu.
Mitos memelihara perkutut raja wana akan mendapatkan kewibawaan, kehormatan, dan akan di segani oleh semua orang y, serta akan di juhkan dari segala mara bahaya, dari kekuatan guna –guna maupun kejahatan yang kasat mata.
Katuranggan raja wana yang baik di pelihara yang jumlah sisik kedua kakinya apa bila di jumlah dikurangi lima itu yang sisa tiga, empat dan lima. Untuk memelihara perkutut jenis katuranggan yang paling utama itu melihat jumlah sisik kakinya dulu. Tentang cara menghitung, danketerangan lengkap tentang  sisik kaki burung perkutut lingnya berada di kolom diskripsi di bawah vidio ini. Sebagai catatan untuk jumlah untuk yang sia satu itu jatuh peksa dan sisa dua itu jatuh peksi, yang artinya jika jatuh peksa itu tidak baik di pelihara, dan yang jatuh 2 peksi, jenis katuranggan ini hanya sekedar burung tidak memiliki yoni yang berpengaruh pada yang  memelihara.
Arti nama katuranggan raja wana, raja wana berasal dari kata raja dan wana yang artinya raja itu penguasa dan wana itu alas atau hutan. Raja wana yang bisa dilihat oleh mata telanjang di gambarka dengan perwujudan singa.
Singa adalah binatang yang paling agresip dan paling berwibawa di bandingkan dengan hewan hewan yang berada di hutan dan segala hewan akan takut melihat jenis hewan ini.
Tulisan rahasia yang berada di katuranggan raja wana, ciri-mati katuranggan ini berada pada kaki yang artinya langkah atau laku yang dijalankan dalam menjalani hidup di dunia, para leluhur memberikan petuah kepada anak cucunya untuk mendapatkan kewibawaan, dan kehormatan, serta kesejah teraan hidup. Untuk mendapatkan kemuliaan kesejah teraan dan kewibawaan, para leluhur tanah jawa memberikan petuah cara  laku tirakat dengan meniru sifat sifat delapan  benda alam, ini yang dinamakan hasta brata, yang artinya belajar dari sifat  delapan alam. Delapan alam dimaksut:
  1. Belajar dengan sifat matahari memberi kehidupan kepada tumbuh tumbuhan dan segala makluk yang ada, dan menjadi penerangan di alam bumi ini. Dari sifat matahari manusia bisa beljar memberikan kehidupan pada yang lemah dan memberikan pencerahan hidup yang baru mengalami kesengsaraan tanpa membeda bedakan ras, suku dan golongan, mupun agama.
  2. Beljar dengan sifat Laut atau samodra, sifat samudra bitu menampung matrial yang jumlahnya tak terhingga yang hanyut dari sungai kelaut bahkan segala kotoran pun diterima , yang bisa di tiru dari sifat air laut menerima segala keadaan yang baru di jalani dengan ketabahan, meskipun di hujat, dan dihina, tetap tegar menjalani tanpa mengeluh.
  3. Belajar dengan sifat bulan. Bulan memberi penerangan pada bumi seisinya tanpa mengharap imbalan apaun. Yang bisa di petik dari sifat bulan bisa sebagai media untuk belaja menerangan kepada orang yang baru mengalami kesusahan agar bangkit dari dari duka dan derita.
  4. Belajar dengan sifat api. Sifat api akan membakar segala sesuatu yang berdekatan dengan lidahnya. Hal yang bisa di petik dari sifat apai bisa belajar menuntaskan segala pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
  5. Belajar dengan sifat air, yang selalu mengalir kebawah, dan selalu sama dengan wadahnya. manusia bisa belajar merendah untuk menjauhi sifat kesombongan, dan selalu bisa beradaptasi dimanapun berada.
  6. Belajar dengan sifat angin yang artinya selalu bisa beradaptasi dimanpun berada dan memberikan suara atau ucapan yang sesui dengan fakta dan data. Sehingga bisa membuat kedamaian jiwa.
  7. Belajar dengan sifat bumi, bumi memberikan tempat, memberi makan, minum kepada semua makluk hidup. Dari sifat bumi manusia bisa belajar welas asih yang tinggi tanpa membeda bedakan. Suku,ras, maupun golongan, dan agama.
  8. Belajar dengan sifat bintang untuk selalu hormat pada orang yang umurnya lebih tua dan memberikan hadiah pada orang yang berjasa. Meskipun hanya sekedar kata trimakasih sudah membuat bangga pada yang diberi ucapan. Dari sifat bintang meskipun cahayanya kecil tapi bisa menjadi penerang di gelabnya malam, Ini yang dinamakan laku tirakat hasta Brata.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.