Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

KATURANGGAN KARA WELANG SATRIYA MANAH- Kalam Wadi

Katuranggan kara welang.
Katuranggan kara welang.

Membahas katuranggan burung perkutut takkan pernah ada habisnya dalam kesempatan kali ini canelkalam wadiakan membahas tentang ciri mati dan petuah katuranggan perkutut kara welang.

Katuranggan kara welang memiliki cirimati yang berada di ekor, cirimatinya di bagian ekor tumbuh wana bulu  yang tidak merata, makna dari arti kara welang kara itu karo welang samadengan weling. Nama katuranggan kara welang juga ada pda nama keris dan tumbak. Untuk jenis nama katuranggan perkutut itu banyak yang sama dengan nama benda pusaka tumbak dan keris, jenis iwen yang memiliki mistik itu burung perkutut.

dalam kesempatan ini saya akan membahas dua katuranggan sekaligus yang berada di satu burung perkutu yng memiliki katuranggan satriya manah dan katuranggan kara welang. Di dalam petuah katuranggan itu banyak simbul simbul dan pralambang pralampito  yang harus diketahui pada jaman dahulu para sesepuh memberikan petuah kepada anak anak nya melalui perantara dengan nama nama yang berada pada benda maupun makluk ini yang dinamakan kitab tersirat.

Katuranggan satriya manah di gabung dengan katuranggan kara welang memiliki arti bahwa manu sia itu harus selalu mendengarkan piwulang piwulang dari hati yang palng dalam, satriya manah disinimemiliki tafsir laki laki yang ngempanke manah dalam artiyang sederhana orang yang selalu mengolah rasa pangkrasa selalu mengikuti kata hati yang dinamakan rasa kang sejati, dan akan selalu mengingat piwulang atau pi weling dari sang sukma rasa,

Misalnya para sesepuh memberi petuah dadi manungsa  ojo mung ngoceh nanging yen bisa manggungo. Yang artinya bahwa jadi manusia itu jangan hanya bisa asal bicara akan tetapi bisalah manggung, manggung  yang artinya dalam berbicara itu mentes dan bisa di pertanggung jawabkan. Maka dengan nama tafsiran katuranggan itu alat untuk memberikan petuah yang adi luhung kepada anak dan cucunya, jadi nampak jelaskan sekarang bahwa ada jenis katuranggan yang baik di peihara dan tidak baik dipelihara. Supaya manusia bisa membedakan hal yang baik dan tidak baik.

Di dalam tradisi jawa belum lengkap seorang pria abila belum memili kulkilo, turangga, wisma garwa, dan curiga. Yang dimaksut kulkilo= manuk juga memiliki arti manu dan bisa juga di artikan mani  arti lainya yaitu sumber hidup. Manuk manggung itu artinya hidup yang bicara itu satukali ber ucap yang menjadi sabda dan pedoman, yang bisa manggung itukan hanya burung perkutut . jadi tidk aneh lagi kalau katuranggan burung perkutut itu sebagai pedoman hidup orang orang jawa jaman dahulu karena di dalam katuranggan burung perkutut banyak tulising gusti tentang ajaran ajaran budi pekerti yang adi luhung.

Tentang  mitos dan mistik nya burung perkutut itu hanya orang yang sudah memiliki dan memelihara burung perkutut yang bisa merasakan dan membuktikan, dalam ajaran leluhur jawa bahwa ada ajaran yang harus di rahasiakan  yang tidak di perbolehkan di tulis dan di ucapkan di pertemuan umum.

Inti sari dari katuranggan satriya manah kara welang, bahwa manusia senantiasa untuk bisa mendengarkan dari nurani hati pribadi. Semua pendapat itu benar adanya dan tidak bisa di perdebatkan karena suatu pendapat itu sudah sesuai pengetahuan yang di dapatkan, bentuk suatu keraguan itu hasil dari pengetahuan yang belum tuntas, untuk mendapatkan pengetahuan baru itu harus bisa menerima pendapat orang lain untuk di nalar dan di sesuaikan dengan hati nurani yang luhur, dari piwulang / piweling dari rasa kang sejati. Suatu pendapat itu wawasan dan semua akan di pertimbangkan untuk mengambil sebuah keputsan.

‘ sebuah keputusan akan menentukan kehidupan dimasa yang akan datang, untuk bisa sukses itu butuh teman meskipun hanya untuk meminta saran’.

Demikian hal yang pernah aku dengar dan aku pahami.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.