Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Perkutut Katuranggan Sampur Tempuk Tangguh Maja Pahit –chanel Kalam Wadi

Dalam adat jawa memiliki burung perkutut itu menjadi keistimewaan tersendiri. Belum lengkap dalam menjalani hidup di dunia ini apabila belum memiliki Kulkilo( Burung), Turangga(Kuda), Garwa Istri, Curiga (Keris), dan wisma(Rumah). Di jaman dahulu ke empat hal ini apabila sudah lengkap akan menjadi Pria sejati.

Jenis perkutut katuranggan sampur tempuk memiliki arti sampur itu selendang tempuk itu ketemu yng arti luasnya selendan yang ketemu dua ujung dan tidak terpisah. Sampur dalam tradisi budaya jawa di gunakan sebagai asesoris busana adat jawa untuk wnita. Di kembangkan menjadi alat untu menari.

Ciri – ciri katuranggan sampur tempuk  ada warna bulu hitam yang tumbuh di dada melingkar tidak putus sampai ke punggung jenis perkutut yang memiliki ciri mati seperti ini masuk tangguh Maja Pahit. Jenis tangguh perkutut itu sama dengan pusaka, tangguh maja pahit, tangguh, pajajaran, tangguh, demak dan tangguh mataram.

Pesan yang di sampaikan leluhur tanah jawa melalui media burung katuranggan. Dalam menjalani hidup di dunia itu jangan sampai menyerah dalam suatu keaadan yang sulit dan sepait apapun yang baru dijalaninya harus tangguh kuat untuk menjalani perjalanan hidup yang menjadi tujuan hidup sampai tercapai apa yang dinginkanya.

Di dalam menjalani kehidupan itu banyak rintangan, banyak gangguan, dan banyak kelemahan, agar  apa yang diinginkan bisa cercapai hendaknya kelemahan itu jangan di jadikan batasan untuk menuju sukses. Akan tetapi kelemahan itu digunakan untuk menjadi kekuatan yang besar untuk mengapai segala keinginan biar terleps dari segala keterpurukan.

Kesimpulannya dengan memelihara burung katuranggan perkutut sampur tempuk tangguh maja pahit, di harapkan bisa meniru para sesepuh leluhur tanah jawa yang berjuan menjalani kehidupan yang sulit tanpa putus asa untuk mendapatkan kebahagian, ketentraman, keselamatamatan dan rejeki yang melimpah.

Untuk mendapatkan identitas pribadi dibutuhkan, perjuangan, pengorbanan yang tidak terbatas dan terputus biar tercapai apa yang di impikan dan di cita-citakan hal ini yang bisa di petik dari makna inti sari katuranggan burung perkutut sampur tempuk.

Mitos memelihara burung perkutut tangguh majapahit akan mudah terkabul apa yang menjadi segala harapan, keinginan, dan hasratnya.

Sebagai catatan utuk jenis burung katuranggan agar tau cocok atau tidak cocok perlu di sinkronkan dulu dengan hitungan panca suda yang berada di sisik kaki burung perkutut.  apabila hitungannya itu jika sisik di jumlahdikurangi lima itu hasilnya satu dan dua sebagus apapun itu katturangganya tidak cocok untuk di pelihara, untuk di jadikan kelangenan serta simbul untuk pribadi.

Rumus panca sudo jumlah dikurangi lima:

Jumlah sisik perkutut apabila:

  1. 15-5=5
  2. 14-5=4
  3. 13-5=3
  4. 12-5=2
  5. 11-5=1

Keterangan:

  1. Hitungan 5 itu jatuh hitungan Ratu yang artinya si pemilik burung memiliki jiwa yang bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi
  2. Hitungan 4 itu jatuh pada hitungan Pandita pemilik burung biasanya suka tentang hal hal yang gaib dan suka bertapa di tempat – tempat yang sepi.
  3. Hitungan 3 itu jatuh pada hitungan sabda. Pemilik burung biasanya setiap ucapan dan kata-katanya akan selalu di turuti orang lain dan setiap doanya mudah terkabul.
  4. Hitungan 2 jatuh pada peksi. Jenis burung ini tidak memiliki efek apa-apa, sekedar burung biasa siapaun boleh pelihara jenis perkutut yang hitunganya jatuh pada peksi.
  5. Hitungan 1 jatuh pada hitungan Peksa. Jenis burung yang hitungannya jatuh peksa tidak cocok dan tidak baik dipelihara., biasanya burung ini kalau di pelihara jika tidak mati akan lepas. Seandainya tidak mati ataupun lepas jenis perkutut ini akan membawa sial pemilikinya.

Untuk kebenaran isi tulisan ini para pemirsa yang bisa menilai.

Demikian yang pernah aku lihat dan aku dengar dan aku praktekkan.

 

 

 

 

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.