Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Katuranggan Perkutut Buntel Mayit.-Kalam Wadi


Para sesepuh melarang memelihara burung perkutut itu ada alasan-alasan tertentu. Di takutkan untuk yang berusia masih muda yang belum belajar tentang ilmu pengetahuan kasepuhan dan belum mengerti tentang katuranggan burung perkutut akan membawa dampak negatif.

Contohnya burung perkutut katuranggan buntel mayit. Jenis katuranggan ini tidak boleh di pelihara bagi yang usianya masih muda.

Ciri ciri  buntel  mayit pada sayap burung perkutut memiliki ules warna putih bisa satu helai dan lebih. Ules putih disini terletak pada bulu sayap yang besar.

Jenis katuranggan buntel mayit  cocok di pelihara oleh orang yang umurnya lima puluh tahun keatas. Untuk yang berumur  lima puluh tahun kebawah disarankanh untuk tidak memelihara jenis burung perkutut ini, karena dimasa usia produktif harus di perbanyak untu melakukan hal hal keduniawian dulu, yaitu bekrja keras  mendapatkan harta kekayaan untuk modal hidup di kehidupan massa senja dan untuk kesejah teraan keluarga beserta keturunanya yang akan datang.

Ada perkecualian meskipun dalam usia muda sudah memiliki kawruh sangkan paraning dumadi tidak akan ada efek dari jenis katuranggan buntel mayit.

Mengapa hanya yang berusia limapuluh tahun saja yang di perbolehkan memelihara burung perkutut buntel mayit?

Di karenakan katuranggan buntul mayit itu memiliki arti bahwa kita harus memulai berfikir untuk mengurangi segala keinginan keduniawian dan melangkah untuk menuju kedunia sepiritual  untuk mencari jalan hidup keabadian yang penuh ketentraman dan kebahagian yang tanpa materi dan tanpa piranti. Lebih tepatnya memikirkan tentang hidup di nirwana dan bisa mencapai pari nibana.

Makna buntel mayit secara sederhana yaitu mengikat segala keinginin keduniawan untuk menuju kebebasan hidup di dalam ruh atau atma untuk mengenal pribadi Tuhan yang maha Tinggi. Lebih sederhana nya kita harus bersih bersih diri untuk menjahui hal hal keduniawian untuk mendapatkan kesucian batin dan pikiran untuk mendapatkan kebahagian tanpa materi. Hal ini bisa dilakukan apabila bekal keduniawian kita sudah mencukupi kebutuhan keluarga beserta seluruh keturuna dimasa yang akan datang.

Harta benda didunia ini sangat penting  tanpa harta benda kita juga tidak akan bisa meneruskan kehidupan yang akan datang. Di usia muda hendaknya bersemangat mencarai harta benda sebayak banyaknya dengan jalan yang bukan menjadi larangan negara, agama, dan adat tradisi yang ada. Disinilah mengapa para sesepuh dan leluhur kita melarang untuk memelihara perkutut buntel mayit di usia masih muda.

Dalam tradisi budaya jawa hal yang tidak di boleh dilakukan bagi orang jawa yang masih muda dan belum punya cucu yaitu memelihara perkutut buntel mayit, membuat rumah joglo, dan membuat cungkup di makam. Untuk keterangan ilo ilo tidak boleh membuat rumah joglo dan membuat cungkup di usia muda, akan saya jelaskan di vidio vidio setelah konten tentan katuranggan perkutut selesai.

Demekian yang penah aku dengar dan aku lihat tentang kebenaranya para pemirsa sendiri yang akan bisa menilai benar dan tidaknya.

Amit taliman tabik tinebehno saking ilo-ilo duni tinebehno saking cariki lan sandi tinebehno saking sapu dendaning tawang towang.

Semoga semua makluk yang kelihatan dan tidak kelihatan berbahagia terbebas dari duka dan derita

Rahayu, rahayu, rahayu, sakgunging dumadi.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.